niconjajal

loading...

Tuesday, 24 September 2013

cara norma sosial dalam menciptakan integrasi sosial.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Dari hari ke hari manusia tidak akan pernah terlepas dengan aktivitas kehidupan bermasyarakatannya. Dalam aktivitas tersebutlah terjadi interaksi antar individu, individu dan kelompok bahkan antar yang lain. Di antara semua tindakan berpola tersebut, perlu diadakan perbrdaan antara tindakan-tindakan yang dilaksanakannya menurut pola-pola yang tidak resmi dengan tindakan-tindakan yang dilaksanakannya menurut pola-pola resmi. Sistem tingkah laku sosial yang bersifat resmi serta adat istiadat dan norma yang mengatur tingkah laku itu, dan seluruh perlengkapannya guna memenuhi berbagai kompleks kebutuhan manusia dalam masyarakat, dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata, atau dalam bahasa inggris institustion.1
contoh peristiwa, dapat kita kaji melalui contoh peristiwa yang diambil dari salah satu pemberitaan koran BRNAS JOGJA, yaitu dengan judul artikel Gelapkan Mobil dan Motor, Diburu Polisi. “Depok- Diduga sebagai pelaku tindak penggelapan mobil Honda Jazz B 8026 XO lelaki berinisial Awg diadukan kepolisi oleh Ahmad Rozali (27), Kamis (14/2) kemarin. Sementara seorang gadis brinisial Nov (24) diadukan ke polisi R Endhar Satwo Prihaton (36) karena diduga menggelapkan motor Honda Supra Fit AB 5541 RO. Penggelapan kedua pelaku terjadi di Jalan Wahid Hasyim, Dabag, Condongcatur dan di Wisma Sakinah Jalan Kaliurang Km 7, Ngaglik.”2
Dari kutipan berita di atas, menunjukkan bahwa masalah yang terjadi telah diserahkan oleh pihak kepolisian untuk meneyelesaikan kasus tersebut. Pola tindakan yang dilakukan oleh kepolisian memiliki sistem aturan atau prosedur yang telah ditetapkan menurut hukum negara yang ada.
 


1Koentjaraningrat.PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI. RINEKA CIPTA.Jakarta. p.132
2BERNAS JOGJA. Gelapkan Mobil dan Motor, diburu Polisi dalam rubrik SLEMAN. Ed. Senin, 18 Februari 2013. P. 3
Dengan penyerahan kewenangan penyelesaian perkara tersebut meredam adanya kericuhan akibat kasus penipuan tersebut dalam masyarakat yang mungkin saja bisa bertindak gegabah bahkan bisa menimbulkan korban. Maka dari itu, dalam kepolisian yang memiliki norma-norma tertentu dalam penyelesaian perkara, menunjukkan fungsi norma sebagai sarana penyelesaian perkara, tanpa terjadi disintegrasi sosial yang terlampau besar, dan bisa menciptakan integrasi dalam keluarga bahkan masyarakat agar lebih berhati-hati, sehingga akan timbul rasa saling menjaga satu sama lain.
B.     RUMUSAN MASALAH
a.       Apa yang disebut dengan norma dan integrasi sosial?
b.      Bagaimana proses norma sosial dalam menciptakan integrasi sosial?
C.     TUJUAN
a.       Mengetahui apa yang dimaksud dengan norma sosial dan integrasi sosial.
b.      Dapat mengindentifikasi cara norma sosial dalam menciptakan integrasi sosial.





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Norma Sosial
Norma social merupakan aturan-aturan dengan sanksi-sanksi sebagai pedoman untuk melangsungkan hubungan social dalam masyarakat yang berisi perintah, larangan, anjuran agar seseorang dapat bertingkah laku yang pantas guna menciptakan ketertiban, keteraturan, dan kedamaian dalam masyarakat.
Norma juga dilengkapi dengan sanksi-sanksi yang dimaksudkan untuk mendorong bahkan menekan individu maupun kelompok atau masyarakat secara keseluruhan untuk mencapai nilai-nilai sosial. Nilai dan norma sosial merupakan dua hal yang saling berkaitan walaupun keduanya dapat dibedakan. Nilai merupakan sesuatu yang baik, diinginkan, dicita-citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat, sedangkan norma merupakan kaidah atau aturan berbuat dan berkelakuan yang dibenarkan untuk mewujudkan cita-cita itu. Singkatnya, apabila nilai merupakan pola perilaku yang diinginkan, maka norma dapat disebut sebagai cara-cara perilaku sosial yang disetujui untuk mencapai nilai tersebut.
B.     Pengertian Integrasi Sosial
Integrasi adalah proses dimana komponen yang berbeda bergabung menjadi satu. Dalam sosiologi integrasi merupakan istilah yang banyak digunakan untuk menggambarkan penggabungan dari beberapa kelompok dalam masyarakat untuk menafsirkan suatu hal. Salah satu ciri dari integrasi sosial yaitu kedua kelompok membuat modifikasi / perubahan, misalnya kebiasaan atau tradisi. Ketika ada penyesuaian sepihak disebut asimilasi.
Integrasi sosial berkaitan erat dengan perubahan individu yang masuk ke lingkungan baru di mana seorang individu harus disosialisasikan ke seluruh masyarakat. Individu harus disosialisasikan ke masyarakat, untuk menciptakan kebersamaan dan menciptakan kesatuan yang utuh dalam suatu komunitas masyarakat.
Integrasi sosial, dalam sosiologi dan ilmu sosial lainnya, adalah gerakan kelompok minoritas seperti etnis minoritas, pengungsi, dan imigran yang masuk ke dalam arus utama masyarakat baru. Integrasi sosial membutuhkan kemahiran untuk dapat diterima masyarakat di lingkungan baru yaitu menerapkan hukum masyarakat baru dan penerapan seperangkat nilai-nilai masyarakat. Tidak memerlukan asimilasi dan tidak perlu mengubah budaya yang dimilikinya, tapi perlu melupakan beberapa aspek budaya individu / kelompok yang tidak konsisten dengan hukum dan nilai-nilai masyarakat baru itu sendiri. Dalam masyarakat yang toleran dan terbuka, anggota kelompok minoritas dapat sering menggunakan integrasi sosial untuk mendapatkan akses penuh untuk mendapatkan hak dan layanan yang tersedia bagi anggota dari arus utama masyarakat.
C.     Fungsi Norma Sosial dalam Menciptakan Integrasi Sosial
Norma dalam masyarakat sangat berperan dalam memberikan stabilitas kehidupan. Coba bayangkan jika di suatu daerah tidak terdapat suatu nilai dan norma social yang berlaku, pastilah daerah tersebut akan mengalamu kekacauan dan pola kehidupannya akan mengalami penyimpangan. Misalnya, di daerah Papua dimana daerah tersebut belum mampu melembagakan suatu norma, akibatnya masyarakat di sana tidak tahu bagaimana cara berpakaian yang sopan di depan umum, bagaimana cara mereka mengikat tali perkawinan yang suci sesuai agama, dan bagaimana mereka bersosialisasi dengan damai.
Peran norma secara umum adalah untuk mengatur pola kehidupan masyarakat agar pola perilaku yang ditunjukkan seimbang, tidak merugikan, serta tidak menimbulkan ketidakadilan. Dalam masyarakat modern saat ini memang sangat dibutuhkan peran dari nilai dan norma. Hal ini digunakan agar masyarakat modern tidak berlaku sekehendak hatinya.
Secara lebih rinci fungsi norma dalam masyarakat antara lain sebagai berikut:
1.      Pedoman hidup yang berlaku bagi semua anggota masyarakat pada wilayah tertentu.
2.      Memberikan stabilitas dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat.
3.      Mengikat warga masyarakat, karena norma disertai dengan sanksi dan aturan yang tegas bagi para pelanggarnya.
4.      Menciptakan kondisi dan suasana yang tertib dalam masyarakat.
5.      Adanya sanksi yang tegas akan memberikan efek jera kepada para pelanggarnya, sehingga tidak ingin mengulangi perbuatannya melanggar norma.




BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Norma social merupakan aturan-aturan dengan sanksi-sanksi sebagai pedoman untuk melangsungkan hubungan social dalam masyarakat yang berisi perintah, larangan, anjuran agar seseorang dapat bertingkah laku yang pantas guna menciptakan ketertiban, keteraturan, dan kedamaian dalam masyarakat.
Integrasi sosial, dalam sosiologi dan ilmu sosial lainnya, adalah gerakan kelompok minoritas seperti etnis minoritas, pengungsi, dan imigran yang masuk ke dalam arus utama masyarakat baru. Integrasi sosial membutuhkan kemahiran untuk dapat diterima masyarakat di lingkungan baru yaitu menerapkan hukum masyarakat baru dan penerapan seperangkat nilai-nilai masyarakat.
Secara lebih rinci fungsi norma dalam masyarakat antara lain sebagai berikut:
1.      Pedoman hidup yang berlaku bagi semua anggota masyarakat pada wilayah tertentu.
2.      Memberikan stabilitas dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat.
3.      Mengikat warga masyarakat, karena norma disertai dengan sanksi dan aturan yang tegas bagi para pelanggarnya.
4.      Menciptakan kondisi dan suasana yang tertib dalam masyarakat.
5.      Adanya sanksi yang tegas akan memberikan efek jera kepada para pelanggarnya, sehingga tidak ingin mengulangi perbuatannya melanggar norma.





DAFTAR PUSTAKA
Budiarti, Atik Catur. 2009. Sosiologi Kontekstual. Klaten: PT. Macanan Jaya Cemerlang.
BERNAS JOGJA. Ed. Senin, 18 Februari 2013.Gelapkan Mobil dan Motor, diburu Polisi dalam rubrik SLEMAN
Koentjaraningrat.2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
Soekanto, Soerjono. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

http://sulaimanelfatih.blogspot.com/2011/12/fungsi-norma-sosial-dalam-menciptakan.html

TIPS LULUS SNMPTN/SBMPTN/SM (TIPS PILIH UNIVERSITAS)

hai... sebelum membahas mengenai tips lulus SNMPTN/SBMPTN/SM kalian harus lebih dahulu menentukan universiras yang ingin kalian tuju. k...