Teori-Teori Komunikasi Kelompok
Sunday, 24 November 2013
Add Comment
Teori-Teori Komunikasi Kelompok
(Oleh: Nico Fergiyono)
I. Pengertian
dan Karakteristik Komunikasi Kelompok
§ Pengertian Kelompok
ADLER & RODMAN: Kelompok adalah
sekumpulan kecil orang yg saling berinteraksi, biasanya tatap muka dlm waktu yg
lama guna mencapai tujuan tertentu. (ada 4 unsur: interaksi, waktu, ukuran, tujuan)
BALES: Kelompok adalah sejumlah orang yg
terlibat dlm interaksi pd suatu pertemuan tatap muka, di mana setiap anggota
mendapat kesan yg jelas, sehingga seseorang baik di saat timbul pertanyaan
maupun sesudahnya dpt memberikan tanggapan kpd yg lainnya.
§ Pengertian Komunikasi Kelompok
GOLDBERG & LARSON: Komunikasi
Kelompok adalah suatu bidang studi penelitian & terapan yg secara umum
tidak menitikberatkan perhatiannya pd proses kelompok, tetapi pd tingkah laku
individu dlm diskusi kelompok tatap muka yg kecil.
BURGOON & RUFFNER: Komunikasi
Kelompok adalah interaksi tatap muka dr tiga atau lebih individu utk memperoleh
yg dikehendaki seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan
masalah sehingga semua anggota dpt menumbuhkan karakteristik pribadi anggota
lainnya dgn akurat. (ada 4 unsur: interaksi tatap muka, jumlah partisipan,
tujuan & kemampuan anggota utk menumbuhkan karakteristik anggota lainnya)
§ Karakteristik Komunikasi Kelompok
Menurut
BRILHART, ada 5 karakteristik:
1. Meliputi
sekelompok kecil orang (2-20) sehingga setiap orang menjadi sadar & mampu
bereaksi terhadap yg lainnya.
2. Untuk keberhasilan
pencapaian tujuan setiap orang harus terikat dlm kondisi saling ketergantungan.
3. Setiap orang harus
mempunyai rasa saling memiliki & mengidentifikasi diri dgn anggota kelompok
lain.
4. Interaksi secara
oral, walau tidak seluruh interaksi berlangsung secara oral, tapi yg signifikan
melalui pembicaraan.
5. Perilaku
didasarkan pd norma-norma, nilai & prosedur yg diterima tiap anggota.
§ Menurut ADLER & RODMAN
NORMA: persetujuan ttg
bagaimana orang-orang dlm suatu kelompok berperilaku.
· Norma Sosial: mengatur hubungan di antara para anggota kelompok.
· Norma Prosedural: menguraikan secara rinci cara kelompok
beroperasi, seperti bagaimana membuat keputusan.
· Norma Tugas: meliputi cara-cara pelaksanaan
tugas.
PERAN/ ROLE: merupakan pola2 perilaku
yg diharapkan dr setiap anggota kelompok.
· Fungsi Tugas: pemberi informasi, pemberi
pendapat, pencari informasi dan pemberi aturan.
· Fungsi Pemeliharaan: pendorong
partisipasi, penyelaras, penurunan ketegangan, penanganan persoalan pribadi.
§ Fungsi Komunikasi Kelompok
1.
HUBUNGAN SOSIAL: kemampuan
kelompok dlm memelihara hubungan sosial para anggotanya.
2.
FUNGSI PENDIDIKAN: meliputi
cara kerja kelompok secara formal atau informal utk mencapai &
mempertukarkan pengetahuan.
3.
FUNGSI PERSUASI: upaya
seorang anggota kelompok mempersuasi anggota lainnya agar melakukan atau tidak
melakukan sesuatu.
4.
FUNGSI PEMECAHAN MASALAH:
fungsi ini akan menghasilkan bahan utk pengambilan keputusan melalui pemilihan
satu dr sejumlah solusi yg ditemukan.
5.
FUNGSI TERAPI: utk membantu
setiap individu mencapai perubahan personalnya melalui interaksi dgn anggota
lain utk memperoleh manfaat dgn upaya membantu dirinya bukan membantu kelompok
mencapai konsensus.
II. Proses-Proses
Komunikasi Kelompok
§ FISHER
menyebutkan 4 fase dlm diskusi kelompok:
1. Fase Satu: Orientasi à
pd fase ini anggota kelompok saling mengenal, menjelaskan ide2, dan menyatakan
sikap sementara.
2.
Fase Kedua: Konflik à bercirikan munculnya pertentangan. Terjadi peningkatan pendapat yg tidak
menyenangkan, dukungan, penafsiran & komentar keraguan berkurang. Terbentuk
koalisi & posisi anggota menjadi terpolarisasi.
3.
Fase Tiga: Timbulnya sikap-sikap baru à pd fase ini konflik & komentar yg tidak menyenangkan berkurang.
Komentar & usulan keputusan lebih sering diinterpretasikan bukan
dipertentangkan. Akhirnya timbul usulan keputusan tertentu sebagai usulan yg
dpt disepakati.
4.
Fase Empat: Dukungan à pertentangan berubah jd dukungan, lebih banyak penafsiran yg menguntungkan
bagi usulan keputusan & perbedaan pendapat pun berakhir, jg ditandai oleh
semangat kesatuan.
III. Pengambilan
Keputusan
§ Pengambilan keputusan
merupakan bagian penting dr komunikasi kelompok. MARY PARKER FOLLET (1924):
bahwa pemecahan masalah kelompok, organisasi, dan komunitas merupakan proses
kreatif yg meliputi:
Ö
Mengumpulkan informasi dr
para ahli
Ö
Menguji informasi melalui
pengalaman sehari2
Ö
Mengembangkan solusi-solusi
integratif
§ Dari pemikiran Follet
dikembangkan model: INPUT – PROSES – OUTPUT utk menganalisis proses pembuatan
keputusan dlm kelompok kecil. Asumsi model ini menekankan pd pengalaman
kelompok yg terdiri dr tiga bagian:
- Input, yg terdiri dr faktor2 yg memengaruhi
kelompok.
- Proses, merupakan kejadian yg berlangsung dlm
kelompok.
- Hasil/ produk dr proses pengambilan
keputusan, merupakan output.
§ Secara
teoritis, dikenal empat metode pengambilan keputusan dlm komunikasi kelompok:
1. Kemenangan
tanpa diskusi (authority rule without discussion)
- Keuntungannya:
berlangsung cepat, dpt diterima dgn sempurna utk masalah2 rutin.
- Kelemahannya:
bila sering diterapkan akan menimbulkan ketidakpercayaan, sebab mereka kurang
dilibatkan.
2. Pendapat
ahli (expert opinion)
- Anggota
kelompok yg memiliki keahlian dgn kredibilitas tinggi akan memiliki kekuasaan
& kekuatan dlm pengambilan keputusan.
- Kesulitannya:
sulit utk menentukan bahwa seseorang itu ahli.
3. Kewenangan
setelah diskusi (authority rule after discussion)
- Kadar
otokratik lebih sedikit dr metode pertama, sebab masih melibatkan opini para
anggotanya dlm pengambilan keputusan.
- Adanya
tanggung jawab anggota.
- Kelemahannya:
akan muncul persaingan anggota utk memengaruhi pembuatan keputusan.
4. Kesepakatan
(consensus)
- Berlangsung
partisipasi penuh dr anggota kelompok yg meningkatkan kualitas keputusan yg
diambil.
- Metode
ini penting utk masalah2 kritis & kompleks.
- Kekurangannya:
memerlukan waktu relatif lama, sehingga tidak sesuai utk kondisi mendesak.
0 Response to "Teori-Teori Komunikasi Kelompok"
Post a Comment