ruang lingkup tumbuh kembangnya pranata sosial dalam masyarakat
Tuesday, 26 November 2013
Add Comment
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Manusia pada dasarnya selalu hidup di
dalam suatu lingkungan yang serba
ber-pranata.
Artinya segala tindak tanduk atau perilaku manusia senantiasa diatur menurut
cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama.
Di
dalam kehidupan masyarakat, jumlah pranata sosial yang ada relatif beragam dan
jumlahnya berkembang sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat itu
sendiri.
Pendidikan menimbulkan pranata
sosial.Setiap anak mempunyai hak untuk mendapat pendidikan yang
layak.Pendidikan merupakankebutuhan pokok dalam hidup manusia.Kebutuhanmanusia
tersebut menimbulkan pranatasosial.Contohnya pendidikan yangmengakibatkan
munculnya sekolah sebagai sarana pendidikan.Apa yang akan kamu pelajari pada
bab ini? Perhatikan peta konsep di bawah ini! Manusia memiliki berbagai
kebutuhan pokok dalam hidup.Misalnya, kebutuhan pendidikan,mata pencaharian,
dan rasa keindahan.Kebutuhan itu menimbulkanlembaga atau
pranatakemasyarakatan.Sebagai contoh kebutuhan pendidikanmenimbulkan
sekolah.Ketika kamu mendengarkan kata pranata sosial maka gambaran yang
munculadalah suatulembaga seperti lembaga kemasyarakatan, dan OSIS.Pranata
memilikipengertian luas dankegiatan yang universal.
B. RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa yang dimaksud
pranata sosial?
2.
Apa saja ruang lingkup
tumbuh kembangnya pranata sosial dalam masyarakat?
C. MANFAAT
1.
Untuk mengetahui
pengertian pranata sosial
2.
Untuk mengetahui ruang
lingkup tumbuh kembangnya pranata sosial dalam masyarakat
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pranata Sosial
Menurut
koentjaraningrat ( 1979 ) yang dimaksud dengan pranata-pranata sosial adalah
sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu untuk
berinteraksi menurut pola-pola resmi atau suatu sistem tata kelakuan atau
hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi
kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
Pengertian
pranata sosial secara prinsipil tidak jauh berbeda dengan apa yang sering
dikenal dengan lembaga sosial, organisasi sosial maupun lembaga kemasyarakatan,
karena di dalam masing-masing istilah tersebut terisrat adanya unsur-unsur yang
mengatur setiap perilaku warga masyarakat. Jadi, pengertian pranata sosial
adalah sistem norma yang bertujuan untuk mengatur tindakan maupun kegiatan
masyarakat untuk memnuhi kebutuhan pokok dan bermasyarakat bagi manusia. Dengan
kata lain, pranata sosial adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir dan
mengejewantahkan nilai-nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi
kegiatan pokok dalam masyarakat.
Tiga kata kunci di dalam setiap pembahasan mengenai pranata sosial
adalah:
- Nilai dan norma;
- Pola perilaku yang dibakukan atau yang disebut
prosedur umum;
- Sistem hubungan, yakni jaringan peran serta
status yang menjadi wahana untuk melaksanakan perilaku sesuai dengan
prosedur umum yang berlaku.
Pranata
sosial pada hakikatnya bukan merupakan sesuatu yang bersifat empirik, karena
sesuatu yang empirik unsur-unsur yang terdapat di dalamnya selalu dapat dilihat
dan diamati. Sedangkan pranata sosial unsur-unsur yang ada tidak semuanya
mempunyai perwujudan fisik.
B.
Ruang
lingkup pranata sosial
1. Lembaga Social
Lembaga (institutations) adalah suatu system norma untuk
mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting atau
secara formal, sekumpulan kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar pada suatu
kegiatan pokok manusia. Dengan kata lain Lembaga adalah proses yang terstruktur
(tersusun} untuk melaksanakan berbagai kegiatan tertentu.
Pendapat para tokoh tentang Definisi Lembaga social :
1. Menurut Koentjaraningkrat : Pranata social adalah suatu system
tatakelakuan dan hubungan yang berpusat kepada akatifitas social untuk memenuhi
kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
2. menurut Leopold Von Weise dan Becker : Lembaga social adalah
jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi
memelihara hubungan itu beserta pola-polanya yang sesuai dengan minat
kepentingan individu dan kelompoknya.
ciri-ciri Lembaga Social
Menurut Jhon Lewis Gillin dan John Philip Gillin ada lima ciri lembaga
sosial, yaitu :
A. Lembaga sosial merupakan himpunan pola-pola pemikiran dan tingkah laku
yang dicerminkan dalam kegiatan kemasyarakatan dan
hasil-hasilnya.
B.
Lembaga sosial mempunyai taraf kekekalan
tertentu dan lembaga sosial mempunyai satu atau lebih tujuan.
C.
Lembaga sosial mempunyai berbagai sarana untuk
menempati tujuannya.
D. Lembaga sosial mempunyai lambang/simbol yang khas.
E.
Lembaga sosial mempunyai tradisi lisan maupun
tertulis yang berisikan rumusan tujuan, sikap, dan tindak tanduk individu yang
mengikuti lembaga tersebut.
Macam-macam lembaga sosial
1. Lembaga keluarga
2. Lembaga Agama
3. Lembaga Ekonomi
4. Lembaga Politik
5. Lembaga Pendidikan
2. Norma dan Nilai Sosial
a. pengertian Norma
Norma adalah patokan prilaku dalam satu kelompok tertentu,
norma memungkinkan sesorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana
tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain, norma juga merupakan kriteria
bagi orang lain untuk mendukung atau menolak prilaku seseorang.
Norma juga merupakan sesuatu yang mengikat dalam sebuah
kelompok masyarakat, yang pada keselanjutannya disebut norma sosial, karena
menjaga hubungan dalam bermasyarakat. Norma pada dasarnya adalah bagian dari
kebudayaan, karena awal dari sebuah budaya itu sendiri adalah intraksi antara
manusia pada kelompok tertentu yang nantinya akan
menghasilkan sesuatu yang disebut norma. Sehingga kita akan
menumukan definisi dari budaya itu seperti ini; budaya adalah suatu cara hidup
yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan
dari generasi ke generasi.
Adapula yang mengartikan norma sebagai nilai karena norma
merupakan konkretasi dari nilai. Norma adalah perwujudan dari nilai karena
setiap norma pasti terkandung nilai di dalamnya, nilai sekaligus menjadi sumber
bagi norma. Tanpa ada nilai tidak mungkin terwujud norma. Sebaliknya, tanpa di
buatkan norma maka nilai yang hendak di jalankan itu mustahil terwujud.
Macam-macam Norma:
1. Norma agama, yaitu peraturan
hidup manusia yang berisi perintah dan larangan yang berasal dari Tuhan.
2. Norma moral/kesusilaan, yaitu peraturan atau kaidah hidup yang
bersumber dari hati nurani dan merupakan nilai-nilai moral yang mengikat
manusia.
3. Norma kesopanan, yaitu peraturan atau kaidah yang bersumber dari
pergaulan hidup antar manusia.
4. Norma hukum, yaitu peraturan atau kaidah yang diciptakan oleh
kekuasaan resmi atau negara yang sifatnya mengikat atau memaksa
b.
Pengertian Nilai
Nilai
adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi
manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna.
CIRI-CIRI NILAI Sifat-sifat nilai menurut Bambang Daroeso
(1986) adalah Sebagai berikut.
a. Nilai itu suatu
realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. Nilai yang bersifat abstrak
tidak dapat diindra. Hal yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu.
Misalnya, orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai,tetapi kita
tidak bisa mengindra kejujuran itu. Yang dapat kita indra adalah kejujuran itu.
b. Nilai memiliki
sifat normatif, artinya nilai mengandung harapan, cita-cita, dan suatu
keharusan sehingga nilai nemiliki sifat ideal (das sollen). Nilai diwujudkan
dalam bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya, nilai
keadilan. Semua orang berharap dan mendapatkan dan berperilaku yang
mencerminkan nilai keadilan.
c. Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator dan
manusia adalah pendukung nilai. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh
nilai yang diyakininya.Misalnya, nilai ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan
semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan.
MACAM-MACAM NILAI Dalam filsafat, nilai dibedakan dalam
tiga macam, yaitu:
a. Nilai logika
adalah nilai benar salah.
b. Nilai estetika
adalah nilai indah tidak indah.
c. Nilai etika/moral adalah nilai baik buruk.
3. Organisasi sosial
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk
oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum,
yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa
dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk
organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka
capai sendiri.
a. Alvin L. Bertrand (1980: 25) mengemukakan pengertian
organisasi social dalam arti luas adalah tingkah laku manusia yang berpola
kompleks serta luas ruang lingkupnya di dalam setiap masyarakat.Organisasi
social dalam arti khusus adalah tingkah laku dari para pelaku di dalam sub-sub
unit masyarakat misalnya keluarga, bisnis dan sekolah.
b. Robin Williams (dalam Bertrand: 26) mengemukakan
bahwaorganisasi social menunjuk pada tindakan manusia yang saling
memperhitungkan dalam arti saling ketergantungan. Ia selanjutnya menjelaskan
bahwa pada saat individu melakukan interaksi berlangsung terus dalam jangka
waktu tertentu, maka akan timbul pola-pola tingkah laku.
c. JBAF Maijor Polak (1985: 254) mengemukakan
bahwaorganisasi social dalam arti sebagai sebuah asosiasi adalahsekelompok
manusia yang mempunyai tujuan tertentu, kepentingan tertentu, menyelenggarakan
kegemaran tertentu atau minat-minat tertentu.
d. Soerjono Soekanto (1988: 107-108) mengemukakanorganisasi
social adalah kesatuan-kesatuan hidup atas dasar kepentingan yang sama dengan
organisasi yang tetap sebagai sebuah asosiasi.
Macam-macam
organisasi
Pada post sebelumnya saya sudah membahas definisi
Organisasi. Sekarang saya akan membahas macam-macam organisasi. Menurut dari sumber
yang saya dapat . Organisasi terbagi menjadi tiga. Organisasi Niaga, Organisasi
Sosial dan Organisasi Regional & Internasional.
Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga Organisasi
tersebut:
1. Organisasi Niaga Organisasi Niaga adalah organisasi yang
tujuan utamanya mencari keuntungan Macam-macam Organisasi Niaga : - Perseroan
Terbatas (PT) - Perseroan Komanditer (CV) - Firma (FA) - Koperasi - Join
Ventura - Trus - Kontel - Holding Company
2. Organisasi Sosial Organisasi Sosial adalah organisasi
yang dibentuk oleh anggota masyarakat Jalur pembentukan organisasi
Kemasyarakatan : - Jalur Keagamaan - Jalur Profesi - Jalur Kepemudaan - Jalur
Kemahasiswaan - Jalur Kepartaian & Kekaryaan
3. Organisasi Regional & International - Organisasi
Regional Organisasi Regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi
beberapa negara tertentu saja. - Organisasi Internasional Organisasi
Internasional adalah organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.
0 Response to "ruang lingkup tumbuh kembangnya pranata sosial dalam masyarakat"
Post a Comment