perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat sekitar gunung merapi
Thursday, 28 November 2013
1 Comment
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Lava tour merupakanobyek wisata baru yang
terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.Dikatakan baru,
karena lava tour sendiri terbentuk setelah erupsi gunung merapi tahun
2010.Keberadaan lava tour tentunya banyak memberi perubahan dalam berbagai
aspek kehidupan masyarakat sekitar. Wisata dengan objek daerah bencana erupsi ini dibuka saat status merapi dinyatakan
aman. Daya tarik dari obyek wisata lava tour ini adalah kedahsyatan dari
bencana yang meluluhlantakkan daerah sekitar merapi yang terlihat dari
sisa-sisa bangunan dan materiil yang ada, jadi wisatawan dapat melihat lengsung
bekas-bekas terjangan awan panas dan lava merapi yang sudah dingin. Lava tour
merapi banyak menarik minat wisatawan, karena objek wisata lava ini hanya ada
di Kabupaten Sleman dan tidak ada di derah lain di Indonesia.
Erupsi merapi yang terjadi
pada bulan oktober 2010 menyebabakan banyak kerugian materiil maupun immaterial
yang menyebabkan warga dari banyak desa di kecamatan cangkringan kehilangan
harta benda, tempat tinggal, bahkan sanak saudara. Pasaca erupsi merapi, mereka
menempati tempat tinggal yang baru yaitu di shelter pengungsian yang berbeda
dari tempat tinggal yang lama sehingga
kehidupan sosialnya pun banyak mengalami perubahan.
Bencana alam merupakan faktor penyebab
perubahan ssosial yang sangat besar dampaknya.Lingkungan alam sangatlah mempengaruhi
sendi kehidupan suatu masyarakat sehingga bila terjadi perubahan pada
lingkungan maka dampaknya adalah terjadinya perubahan sosial terhadap
masyarakat tersebut.Kedaan masyarakat yang tadinya teratur, memiliki sistem,
dan terdapat stratifikasi di dalamnya kini sudah tidak terlihat lagi.Saat ini
mungkin sangat sulit membedakan mana penduduk kaya dan miskin, mana penduduk
berkedudukan tinggi dan rendah. Kini semuanya sama tidak ada yang lebih kaya
dan tidak ada yang kedudukannya lebih tinggi, semuanya hanya bisa hidup dengan
mengandalkan bantuan dari pihak LSM maupun pemerintah. Dengan adanya
wisata lava tour pasca erupsi merapi,
menjadi suatu harapan baru bagi para korban pengungsian untuk bangkit dan
memperoleh sumber pendapatan baru yaitu dengan berdagang maupun biaya retribusi
dari wisatawan yang digunakan untuk membangun kembali daerah yang rusak akibat
erupsi merapi. Adanya lava tour merapi juga banyak memberi perubahan pada kehidupan
sosial masyarakat daerah yang menjadi bagian dari obyek wisata lava tour
merapi.
- Rumusan Masalah
1.
Bagaimana gambaran umum
mengenai lava tour?
2.
Bagaimana perubahan sosial
budaya yang terjadi di gunung merapi?
- Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini untuk mengetahui gambaran
umum mengenai lava tour serta untuk mengetahui perubahan sosial budaya yang
terjadi di daerah lava tour sebagai akibat dari bencana erupsi merapi.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian
Lava tour
Lava tour adalah objek wisata berupa daerah
yang terkena dampak erupsi gunung berapi.
B. Pengertian
perubahan sosial
Perubahan sosial adalah perubahan- perubahan
yang terjadi pada masyarakat yang
mencakup aspek- aspek struktur dari
suatu masyarakat karena terjadinya perubahan dari faktor lingkungan, karena berubahnya
komposisi penduduk, keadaan geografis ,serta berubahnya keadaan sistem hubungan
sosial, maupun perubahan pada lembaga kemasyarakatannya.
Gillin dan gillin menyatakan bahwa perubahan
sosial adalah suatu variasi dari cara- cara hidup yang telah diterima, yang
disebabkan karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan materiil,
komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-
penemuan baru dalam masyarakat tersebut.
Wiliam F. Ogburn berusaha memberikan sesuatu
pengertian bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan
baik material maupun immaterial, dimana yang ditekankan adalah pengaruh besar
unsur-unsur kebudayaan material terhadap immaterial.
C. Bentuk perubahan sosial dan kebudayaan
Bentuk perubahan sosial dan kebudayaan diantaranya adalah
perubahan perubahan sosial yang tidak dikehendaki. Perubahan
yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang
terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya
akibat-akibat socialyang tidak diharapkan oleh masyarakat.
- Kejutan kebudayaan
atau cultural shock
Culture Shock adalah perubahan nilai budaya
seiring dengan perkembangan jaman dan wawasan yang makin berkembang ini
biasanya terjadi pada orang-orang yang secara tiba-tiba berpindah atau
dipindahkan ke lingkungan yang baru
- In- group dan out group
In group merupakan
kelompok sosial dimana sesorang mengidentikasikan diri. Sedangkan out-group
merupakan kelompok sosial yang menjadi lawan dari in- group.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
1. Lokasi
Observasi
ini dilaksanakan di kawasan wisata lava tour yang terletak di Dusun Kopeng,
Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman.
2. Waktu
Observasi
dilaksanakan pada tanggal 30 April 2011 pukul
10.30- 12.30.
3. Bentuk
Bentuk penelitian ini kualitatif untuk mengetahui
fenomena yang ada di sekitar lava tour khususnya mengenai perubahan sosial dan
budaya yang terjadi.
4. Teknik
pengumpulan data
a. Wawancara mendalam
Wawancara
mendalam dilakukan dengan mengajukan pertanyaan mendalam mengenai hal yang
berhubungan dengan perubahan sosial budaya kepada penduduk yang berada di
wilayah lava tour.
b. Observasi langsung
Observasi
langsung dilakukan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dengan
mendatangi langsung tempat yang menjadi kajian observasi lapangan yaitu lava
tour
BAB IV
PEMBAHASAN
A.
Gambaran umum Lava Tour
Lava tour merupakan tempat objek wisata yang
berupa daerah yang terkena dampak erupsi merapi. Wisata lava tour menyuguhkan
pemandangan hamparan pasir pasca erupsi Merapi tahun 2006.Pada tahun 2006 tersebut terjangan lava dan awan panas mampu
merobohkan dinding penghalang bagian selatan yang disebut geger boyo (punggung buaya) sehingga material panas tersebut
kemudian menimbun bumi perkemahan Kaliadem kawasan yang tertimbun bekas lahar
merapi. Tempat tersebut resmi dijadikan lava tour oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Sleman pada tahun 2008.
Mulai tahun 2010 obyek
wisata lava tour tidak hanya di Kaliadem, namun dusun
yang biasa menjadi tujuan wisata lava tour
adalah Kinahrejo, Ngrangkah, Pangukrejo yang berada di wilayah Desa
Umbulharjo. Sedangkan lokasi wisata Lava
Tour di Desa Kepuharjo, antara lain di Dusun Kopeng, Jambu, Kaliadem, Petung,
Manggong, serta sejumlah dusun-dusun di pinggir Kali Gendol, Kalikuning dan
Kali Opak yang masih berada di wilayah Kecamatan Cangkringan..
Keberadaan desa-desa wisata di daerah tersebut
didatangi ribuan wisatawan untuk melihat bekas wilayah yang dilanda awan panas
dan lahar dingin saat erupsi Merapi yang
terjadi pada tanggal 26 Oktober - 5 November 2010. Daerah yang yang terkena dampak erupsi merapi yang
paling parah ialah yang menjadi tujuan utama para wisatawan.Dari
desa- desa ini wisatawan dapat secara langsung melihat keadaan daerah yang
dilalui lahar saat letusan gunung berapi.Setiap wisatawan yang masuk ke wisata
lahar dipungut biaya Rp 5000/ orang dan biaya parkir Rp 2000/ kendaraan roda
dua. Keterangan yang kami dapatkan dari salah satu pengurus dana retribusi
masuk obyek wisata yaitu Pembagian hasil
retrebusi 20 persen untuk tiap kepala keluarga, 50 persen untuk Karang Taruna
dan 5 persen untuk komunitas, 3 persen untuk desa serta 10 persen untuk dana
sosial masyarakat. Lava tour memberikan
rezeki tersendiri bagi para korban erupsi merapi.
Erupsi merapi yang terjadi pada tahun 2010
kemarin merupakan erupsi terbesar
dalam kurun waktu 100 tahun
terakhir.Sebanyak 14 desa habis terlahap letusan gunung merapi.Yaitu desa
Kalibening, Kaliurang, Kapuhan, Keningar, Lencoh, Ngargomulyo, Paten, Samiran,
Sengi, Sewukan, Sumber, Seruteleng dan Tlogolele.
B. Perubahan sosial budaya di
sekitar gunung merapi
Pasca erupsi merapi membuat mereka yang
tertimpa bencana kehilangan fondasi kehidupan, mulai dari lapangan pekerjaan,
rumah tempat tinggal, perlengkapan hidup, hingga transportasi yaitu akses jalan
yang terputus akibat terjangan lahar
merapi. Masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, meninggalkan kampung
halamannya dan mengungsi ketempat yang lebih aman.Secara umum bentuk
perkampungan di daerah pegunungan yang biasa tersebar, dan interaksi diantara
sesama anggota masyarakat kurang intense, sekarang berubah menjadi pemukiman
yang memusat pada shelter pengungsian yang membuat interaksi serta hubungan
antar anggota masyarakat lebih erat.
Letusan merapi yang begitu dahsyat beberapa
bulan kemarin menyebabkan banyak anggota masyarakat di daerah lava tour yang
kehilangan tempat tinggal. Warga yang kehilangan rumah sebagai tempat tinggal
di tampung pada shelter- shelter pengungsian, yaitu diantaranya gondang 1,
gondang 2, dan gondang 3.Tiap unit shelter dibangun dengan biaya
antara enam hingga tujuh juta rupiah, dengan luas bangunan 36 meter persegi,
lantai semen, dinding bambu, tiang utama bambu dan atap seng.Tiap unit terdiri
dari dua kamar tidur, satu ruang keluarga, dilengkapi dengan sarana Mandi Cuci
Kakus dan enam titik lampu.Pendirian hunian sementara ini sangat membantu pera
korban erupsi merapi yang kehilangan tempat tinggal.
Bencana alam
merupakan faktor penyebab perubahan sosial yang sangat besar
dampaknya.Lingkungan alam sangatlah mempengaruhi sendi kehidupan suatu
masyarakat sehingga, bila
terjadi perubahan pada lingkungan maka dampaknya adalah terjadinya perubahan
sosial terhadap masyarakat tersebut. Bencana
alam merupakan penyebab suatu bentuk perubahan sosial yang tidak dikehendakioleh
suatu masyarakat terkait dan adanya lava tour berawal dari sesuatu yang tidak
dikehendaki yaitu bencana alam.Lava tour terbentuk dengan
diawali oleh sebuah bencana alam yaitu erupsi gunung merapi yang menelan banyak
koraban dan kerugian.
Perubahan
sosial yang terjadi pada masyarakat kawasan lava tour berlangsung dengan
cepat, karena setelah bencana erupsi merapi masyarakat harus segera
menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang baru yang secara otomatis
merubah tatanan kehidupan anggota masyarakat. Perubahan sosial yang terjadi
dengan cepat, menyebabkan sebuah kebingungan dan menimbulkan suatu kejutan
kebudayaan atau cultural shock bagi masyarakat.
Perubahan- perubahan sosial yang terjadi pada kehidupan
sosial masyarakat kawasan daerah
lava tour antara lain, perubahan pada pola interaksinya, perubahan matapencahariandan sistem ekonomi, sistem
kemasyarakatan, dan organisasi- organisasi sosial.
Pola pemukiman warga
daerah lereng pegunungan umumnya
berpencar dan tidak teratur, begitu juga dengan pola pemukiman masyarakat di lereng gunung merapi yang
sekarang ini menjadi kawasan wiasata lava tour. Setelah adanya bencana erupsi
merapi yang mengharuskan mereka berkumpul dalam satu area pemukiman yang telah
dibuat oleh pemerintah maupun LSM-LSM yang memberi bantuan berupa tempat
tinggal sementara, merubah pola pemukiman masyarakat yang berimbas pada pola
interaksinya. Pada saat memiliki nasib yang sama yaitu sedang menghadapi suatu
masalah yang sama dan harus mencari jalan keluar bersama, maka rasa solidaritas
dalam kelompok (ingroup) pada masyarakat dari berbagai desa di lereng gunung
merapi yang mengungsi meningkat. Hal ini dapat menambah keharmonisan dan
menghilangkan ego individu satu dengan yang lainnya. Selain itu, solidaritas
dari luar kelompok (out group) juga meningkat, biasanya masyarakat di luar sana
akan segera mengirimkan bantuannya kepada korban bencana alam. Dengan adanya
suatu musibah nasional yaitu tidak hanya merapi, menstimulus bangsa indonesia
untuk saling saling tolong menolong dan
membangkitkan rasa kepedulian terhadap sesama.
Dampak dari erupsi merapi
pada bulan oktober tahun lalu menyebabkan banyak kerugian yaitu dari segi
sosial, kesehatan, lingkungan maupun materiil. Erupsi merapi mengakibatkan sejumlah warga kehilangan
ternak, rumah, pekerjaan sehari – hari serta harta benda. Banyak juga para
korban yang menjadi depresi. Untuk saat ini, pemerintah sudah menyediakan
hunian sementara bagi para korban erupsi merapi, pemerintah juga telah
mengganti hewan- hewan ternak warga lereng gunung merapi yang hilang saat
erupsi merapi, namun masalah yang belum dapat tertasi yaitu sawah masyarakat
lereng gunung yang belum bisa digarap karena masih tertimbun oleh pasir dan
material yang keluar saat erusi merapi. Hal ini menyebabkan warga yang berprofesi
sebagai petani harus memutar otak untuk beralih pekerjaan baru. Sebagian warga
memilih untuk menambang pasir dan berbagai profesi lain. keberadaan lava tour
pada yaitu pada beberapa daerah yang terkena terjangan lahar erupsi merapi
memberikan ruang kerja tersendiri bagi masyarakat lereng gunung merapi. Lava
tour ramai dikunjungi warga pada saat setelah terjadinya bencana erupsi merapi.
Pada saat status gunung merapi dinyatakan aman dan daerah lereng gunung dibuka,
wisatawan berbondong-bondong mengunjungi wisata lahar ini.kesempatan ini
diambil masyarakat sekitar yaitu dengan berdagang berbagai macam makanan dan
minuman. Salah satu makanan yang dijual yaitu jadah tempe dan minuman khas
lereng gunung merapi yaitu wedhang gedhang. Wedang gedhang merupakan minuman
yang terbuat dari campuran pisang kepok dan gula batu yang diseduh dengan air
hangat. Bu Ngudiyah merupakan salah satu pedagang yang berjualan di kawasan
lava tour merapi. Setiap pagi hingga menjelang petang beliau berjualan di dusun
kopeng kepuharjo, dan kembali ke shelter ketika kawasan lava tour sudah sepi
pengunjung (malam hari). Bu Ngudiyah tinggal di pemukiman sementara yaitu
shelter Gondang 2. Sebelum merapi meletus pada akhir oktober 2010, Bu Ngudiyah
Berprofesi sebagai petani, namun karena lahan sawah yang tidak bisa diolah
karena tumpukan material merapi beliau beralih profesi sebagai pedagang di
kawasan lava tour merapi.
Banyaknya wisatawan dari berbagai daerah di indonesia
maupun wisatawan asing yang mengunjungi obyek wisata lava tour memberi pengaruh
pada perubahan sosial dan budaya masyarakat. Warga lereng merapi yang dalam
kesehariannya menggunakan bahasa jawa, berubah menggunakan bahasa indonesia
dalam menawarkan barang dagangannya kepada wisatawan yang berkunjung. Kosakata
bahasa Indonesia yang digunakan warga lereng merapi sangat terbatas dan dalam
kesehariannya tetap menggunakan bahasa sehari- hari. Di bukanya obyek wisata
lava tour membuat akses jalan di kawasan lava tour bagus, sehingga banyak warga
daerah lereng merapi yang sudah menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan
sehari- hari, bahkan untuk mengangkut rumput sebagai pakan hewan ternak
menggunakan sepeda motor.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Lava tour merupakan tempat objek wisata yang
berupa daerah yang terkena dampak erupsi merapi. Mulai
tahun 2010 obyek wisata lava tour tidak hanya di Kaliadem, namun dusun
yang biasa menjadi tujuan wisata lava tour
adalah Kinahrejo, Ngrangkah, Pangukrejo yang berada di wilayah Desa
Umbulharjo. Sedangkan lokasi wisata Lava
Tour di Desa Kepuharjo, antara lain di Dusun Kopeng, Jambu, Kaliadem, Petung,
Manggong, serta sejumlah dusun-dusun di pinggir Kali Gendol, Kalikuning
dan Kali Opak yang masih berada di wilayah Kecamatan Cangkringan.
Lava tour merupakan dampak
dari bencana erupsi merapi. Bencana merupakan salah satu faktor ekstern
penyebab terjadinya perubahan sosial budaya. Perubahan sosial budaya yang
terjadi pada masyarakat di sekitar lava tour diantaranya perubahan pada pola
interaksinya, perubahan
matapencaharian dan sistem ekonomi, sistem
kemasyarakatan, dan organisasi- organisasi sosial. Selain itu warga lereng
merapi yang dalam kesehariannya menggunakan bahasa jawa, berubah menggunakan
bahasa indonesia dalam menawarkan barang dagangannya kepada wisatawan yang berkunjung.
B.
Saran
Kami selaku penyusun laporan observasi ini menyadari bahwa laporan observasi ini
jauh dari sempurna, maka kami selaku penulis menerima kritik dan saran dari pembaca
demi memperbaiki laporan observasi ini untuk kedepannya agar laporan observasi
ini menjadi lebih baik, dan lebih bermanfaat bagi pembaca.
DATAR PUSTAKA
James H. Henslin. 2006. Sosiologi: Dengan pendekatan membumi edisi 6.
Jakarta:
Erlangga.
Soekanto, Soerjono. 2009.
Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta:
Rajawali Pers.
sangat membantu
ReplyDelete