-->

soal sosiologi kelas XI IIS tentang kelompok sosial


LEMBAR SOAL
Mata Pelajaran : Sosiologi
Program Studi  :  XI IIS

A.    Isikan identitas Anda ke dalam Lembar Jawaban yang sudah tersedia.
B.     Tersedia waktu 120 menit untuk mengerjakan soal.
C.     Jumlah soal sebanyak 50 butir pilihan ganda.
D.    Periksa dan bacalah soal-soal sebelum Anda menjawabnya.
E.     Periksalah pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada Ibu/Bapak guru.
F.      Beri tanda silang pada huruf (jawaban) yang Anda anggap benar.
Selamat Mengerjakan!

1.      Kumpulan masyarakat yang didalamnya terdapat hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya dan dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan, merupakan arti dari. . .
a.       Kelompok Sosial
b.      Kelompok Formal
c.       Kelompok Masyarakat
d.      Kelompok Madani
e.       Kelompok Informal

2.      Di Indonesia terdapat banyak beragam kebudayaan. Keragaman budaya tersebut terlihat pada. . .
a.       Banyaknya bahasa dan karya seni di Indonesia
b.      Banyaknya konflik yang terjadi di Indonesia
c.       Meningkatnya anggaran pembangunan dan pendidikan
d.      Bertambahnya umlah penduduk
e.       Meningkatnya angka kelahiran bayi
3.      Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, memiliki naluri untuk hidup dengan oramg lain sehingga manusia disebut sebagai. . .
a.       Social Lion
b.      Social Mamalia
c.       Social Animal
d.      Social Bird
e.       Social Ordinary

4.      Manusia cenderung ingin hidup secara berkelompok. Mengapa demikian?. . .
a.       Karena mempunyai hasrat untuk bersatu dengan manusia lain disekitarnya
b.      Karena ingin dihormati orang lain
c.       Karena ingin semua masalahnya diketahui orang lain
d.      Karena sudah tidak mempunyai keluarga
e.       Karena ingin dikenal oleh orang lain

5.      Tokoh sosiologi yang mengklarifikasi bentuk-bentuk kelompok sosial berdasarkan ukuran besar kecilnya jumlah anggota kelompok, dan bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut adalah. . .
a.       George Simmel
b.      Soerjono Soekanto
c.       Howard Becker
d.      Kuntowijoyo
e.       Leopold Von Wies

6.      Indonesia terdiri dari berbagai pulau. Masing-masing daerah memiliki ciri khas / budaya sendiri. Hal tersebut dapat menyebabkan. . .
a.       Hanya ada 1 kelompok sosial
b.      Keanekaragaman kelompok sosial
c.       Kelompok sosial bersifat statis
d.      Bertambahnya kelompok sosial
e.       Asimilasi budaya

7.      Di Indonesia khususnya, terdapat banyak sekali macam-macam kelompok sosial. Mengapa demikian?. . .
a.       Terdapat banyak waria
b.      Masyarakatnya ramah
c.       Masyarakatnya suka berlibur ke luar negeri
d.      Merupakan negara agraris
e.       Masyarakatnya multikultural

8.      Kelompok sosial terbentuk karena. . .
a.       Keinginan manusia untuk bersatu dengan orang lain
b.      Sudah menjadi pilihan masyarakat
c.       Ada yang mempelopori
d.      Manusia bosan tinggal di rumah
e.       Bosan berinteraksi dengan anggota keluarga

9.      Sebuah negara merupakan kelompok sosial yang. . .
a.       Teratur
b.      Terorganisasi
c.       Tidak teratur
d.      Tidak terorganisasi
e.       Tertib

10.  Suatu kelompok sosial akan berjala baik jika hubungan sosial tersebut didasrkan pada. . .
a.       Martabat anggota
b.      Status anggota
c.       Posisi dan peranan anggota
d.      Sifat kelompok
e.       Keinginan masing-masing anggota

11.  1. Jangka waktu panjang
2. Jangka waktu pendek
3. Struktur bersifat mekanis
4. Diikat oleh hubungan batin yang murni
5. Hubungan perjanjian bersifat timbal balik
Pernyataan diatas yang merupakan ciri-ciri Patembayan (Gesselschaft) yaitu. . .
a.       2, 4, 5
b.      1, 3, 5
c.       1, 2, 3
d.       2, 3, 5
e.       1, 4, 5

12.  Kelompok Volunteer dapat terbentuk karena. . .
a.       Tidak terpenuhinya kepentingan-kepentingan masyarakat secara keseluruhan
b.      Adanya pertentangan dalam kelompok sosial tersebut
c.       Terpenuhinya semua kebutuhan masyarakat
d.      Banyaknya jumlah anggota masyarakat yang masih menganggur
e.       Kecewa terhadap pemimpin yang korupsi
13.  Paguyuban karena tempat (Gemeinschaft of Place), yaitu suatu paguyuban yang terdiri atas orang-orang yang berdekatan tempat tinggal sehingga dapat saling tolong menolong. Berikut yang merupakan contoh dari Gemeinschaft of Place yaitu. . .
a.       Kelompok sepakbola
b.      Kelompok Basket
c.       Kelompok mahasiswa Bandung
d.      Kelompok arisan
e.       Kelompok atlit renang

14.  Sistem kekerabatan sudah mulai memudar dan digantikan dengan kelompok-kelompok sosial yang bersifat resmi. Hal tersebut merupakan masalah yang ditimbulkan akibat perkembangan keanekaragaman kelompok sosial di bidang. . .
a.       Politik
b.      Ekonomi
c.       Budaya
d.      Organisasi
e.       Sosial

15.  Salah satu bentuk kelompok sosial yaitu kelompok tidak teratur. Pengertian dari kelompok tidak terartur yaitu. . .
a.       Berkumpulnya orang-orang di beberapa tempat pada waktu yang sama, karena pusat perhatian yang sama.
b.      Berkumpulnya orang-orang di beberapa tempat pada waktu yang sama karena pusat perhatian yang sama
c.       Berkumpulnya orang-orang dibeberapa tempat pada waktu yang berbeda, karena pusat perhatian yang sama
d.      Berkumpulnya orang-orang di satu tempat pada waktu yang sama karena pusat perhatian yang sama
e.       Berkumpulnya suatu masyarakat disatu tempat untuk membahas masalah di wilayahnya

16.  Salah satu masalah dari berkembangnya kelompok sosial di bidang ekonomi yaitu. . .
a.       Perkembangan ekonominya relative lebih lambat
b.      Perkembangan ekonominya relative lebih cepat
c.       Perkembangan ekonominya stabil
d.      Perkembangan ekonominya tidak menentu
e.       Perkembangan ekonominya naik turun

17.  Tipe sosial kategori statistic, yaitu pengelompokkan atas dasar ciri tertentu yang sama. Manakah yang merupakan contoh dari tipe sosial kategori statistic?. . .
a.       Kelompok Drumband
b.      Kelompok umur
c.       Kelompok anak sekolah
d.      Kelompok arisan
e.       Kelompok petinju

18.  Kelompok-kelompok sosial akan terus mengalami perubahan. Sistem kekerabatan sudah mulai memudar. Hubungan yang erat hanya terdapat pada lingkunagn keluarga. Mengapa hal demikian bisa terjadi?. . .
a.       Masyarakat bosan dengan kondisi keluarganya
b.      Masyarakat tidak suka bergabung dengan masyarakat lain
c.       Masyarakat lebih suka bergabug dengan kelompok-kelompok sosial berdasarkan potensi / hobinya.
d.      Masyarakat suka berkumpul di tempat tetangga
e.       Masyarakat suka memuaskan hobinya masing-masing

19.  Pengertian dari Paguyuban yaitu. . .
a.       Suatu bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya tidak diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alami serta bersifat kekal.
b.      Suatu hubungan yang diikat karena ada kesamaan hobi / profesi
c.       Suatu bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alami serta bersifat kekal
d.      Suatu bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya bertempat tinggal yang sama
e.       Suatu bentuk kehidupan ersama dimana anggota-anggotanya mempunyai profesi yang sama

20.  Perusahaan merupakan kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu. Perusahaan dapat dimasukkan dalam tipe kelompok sosial apa?. . .
a.       Kategori statistik
b.      Kategori sosial
c.       Kategori formal
d.      Kelompok tidak teratur
e.       Kategori sosial

21.  Sekelompok individu yang berkumpul secara kebetulan disuatu tempat yang sama pada waktu yang bersamaan, merupakan pengertian dari. . .
a.       Arisan
b.      Rapat
c.       Baris
d.      Upacara
e.       Kerumunan

22.  Perkembangan budaya masyarakat desa cenderung lebih lambat daripada masyarakat kota. Budaya-budaya lama akan cenderung bertahan lebih lama. Sedangkan masyarakat kota cenderung lebih cepat menerima kebudayaan-kebudayaan asing yang memasuki wilayahnya. Salah satu akibat yang dapat terjadi yaitu. . .
a.       Kebudayaan masyarakat kota cenderung homogeny
b.      Kebudayaan masyarakat kota tidak mengalami perubahan
c.       Kebudayaan masyarakat kota mengalami keajegan
d.      Kebudayaan masyarakat kota cenderung lebih kompleks dan senantiasa mengalami perubahan
e.       Kebudayaan masyarakat desa cenderung lebih kompleks dan senantiasa mengalami perubahan.

23.  Partai-partai politik semakin berkembang menyatukan masyarakat yang mempunyai ideology yang sama. Hal tersebut merupakan perubahan dalam kelompok sosial di bidang. . .
a.       Budaya
b.      Ekonomi
c.       Sosial
d.      Pemerintahan
e.       Politik

24.  Dalam mengklarifikasi suatu hal, maka harus ada dasarnya. Dasar yang digunakan untuk mengklarifikasi tipe kelompok sosial yaitu. . .
a.       Keeratan antar anggota
b.      Ketidaksamaan tujuan
c.       Waktu berlangsung
d.      Sifat kelompok
e.       Ukuran jumlah, derajat interaksi sosial / kepentingan-kepentingan kelompok

25.  Kategori sosial merupakan salah satu bentuk kelompok sosial. Pengertian dari kategori sosial yaitu. . .
a.       Kelompok individu yang sadar akan ciri-ciri yang dimilki bersama
b.      Kelompok individu yang tidak sadar akan ciri-ciri yang dimiliki bersama
c.       Kelompok individu yang ciri-cirinya tidak jelas
d.      Kelompok yang dimasuki oleh orang-orang pecinta alam
e.       Kelompok orang-orang sukses
26.  Faqih sedang dalam perjalanan menuju ke rumah temannya. Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat orang-orang sedang mengerubungi korban lalu lintas. Karena penasaran, ia berhenti dan ikut dalam kerumunan tersebut. Dalam hal ini, Faqih termasuk dalam kelompok. . .
a.       Antrian
b.      Simpati
c.       Kerumunan penonton
d.      Orang-orang yang panik
e.       Orang-orang yang tidak sadar

27.  Masyarakat sekarang cenderung lebih berani memberikan kritik dan saran kepada pemerintah. Hal ini dipengaruhi oleh. . .
a.       Partai-partai politik tidak berkembang
b.      Partai-partai politik mempunyai strategi-strategi baru
c.       Partai politik banyak yang terlibat korupsi
d.      Partai-partai politik dihuni oleh orang yang kuat dan beringas
e.       Partai-partai politik semakin berkembang mrnyatukan masyarakat yang mempunyai ideology yang sama

28.  Orang yang sedang mengantri membeli tiket, merupakan jenis kerumunan yang. . .
a.       Bersifat tetap
b.      Beranggotakan orang yang suka mengantri
c.       Tidak teratur
d.      Teratur
e.       Bersifat sementara

29.  Bachtiar sejak kecil bercita-cita menjadi dokter. Sehingga sewaktu SMA ia mengambil jurusan IPA. Ketika sudah lulus SMA, ia mendaftar di dua universitas. Ia memilih mengambil jurusan kedokteran di kedua Universitas tersebut. Akan tetapi, setelah pengumuman, ia tidak diterima di Kedokteran di dua universitas tersebut. Ia pun ikut seleksi tahun berikutnya. Hasilnya sama, ia tidak diterima di Kedokteran. Namun demikian, ia tetap berkelakuan selayaknya seorang dokter ketika ada orang / temannya yang sakit, ia berusaha untuk mengobatinya. Tindakan Bachtiar termasuk dalam. . .
a.       Membership group
b.      Reference group
c.       Formal group
d.      Out group
e.       In group

30.  Salah satu perubahan yang terjadi di masyarakat karena berkembangnya kelompok sosial di bidang budaya yaitu. . .
a.       Masyarakat kota cenderung lebih cepat menerima kebudayaan-kebudayaan asing yang memasuki wilayahnya
b.      Masyarakat kota cenderung tertutup terhadap kebudayaan asing
c.       Budaya-budaya lama masyarakat kota dipertahankan seutuhnya
d.      Perkembangan budaya masyarakat kota menjadi lambat
e.       Masyarakat kota menciptakan budaya-budaya baru.

31.  Pada saat ini, paling tidak telah terjadi 35 pertikaian besar antar etnis di dunia. Lebih dari 38 juta jiwa terusir dari tempat yang mereka diami, paling sedikit 7 juta orang terbunuh dalam konflik etnis berdarah. Pertikaian seperti ini terjadi dari Barat sampai Timur, dari Utara hingga Selatan. Dunia menyaksikan darah mengalir dari Yugoslavia, Cekoslakia, Zaire hingga Rwanda, dari bekas Uni Soviet sampai Sudan, dari Srilangka, India hingga Indonesia
             Salah satu akibat dari konflik etnis tersebut yaitu. . .
a. Kekompakan antar kelompok
      b. Timbulnya kebencian terhadap etnis lain
c. Negara menjadi makmur
d. Presiden mendapat masalah
e. Tidak mau bertemu dengan etnis selain etnis sendiri
  1. Perbedaan budaya merupakan sebuah konduksi dalam hubungan interpersonal. Sebagai contoh ada yang orang yang bila diajak bicara (pendengar) dalam mengungkapkan perhatiannya cukup dengan mengangguk-anggukan kepala sambil berkata "uh. huh". Namun dalam kelompok lain untuk menyatakan persetujuan cukup dengan mengedipkan kedua matanya. Dalam beberapa budaya, individu-individu yang berstatus tinggi biasanya yang memprakarsai, sementara individu yang statusnya rendah hanya menerima saja sementra dalam budaya lain justru sebaliknya.
Berdasarkan cuplikan artikel diatas, perbedaan budaya merupakan. . .
a.       Sebuah konduksi dalam hubungan interpersonal
b.      Ketidaksamaan kebudayaan
c.       Kebudayaan yang beraneka ragam
d.      Kreatifitas kebudayaan
e.       Konflik kebudayaan

Artikel untuk Nomor 33-36
     Sedikitnya selama tiga dasawarsa, kebijakan yang sentralistis dan pengawalan yang ketat terhadap isu perbedaan telah menghilangkan kemampuan masyarakat untuk memikirkan, membicarakan dan memecahkan persoalan yang muncul dari perbedaan secara terbuka, rasional dan damai. Kekerasan antar kelompok yang meledak secara sporadis di akhir tahun 1990-an di berbagai kawasan di Indonesia menunjukkan betapa rentannya rasa kebersamaan yang dibangun dalam Negara-Bangsa, betapa kentalnya prasangka antara kelompok dan betapa rendahnya saling pengertian antar kelompok. Konteks global setelah tragedi September 11 dan invasi Amerika Serikat ke Irak serta hiruk pikuk politis identitas di dalam era reformasi menambah kompleknya persoalan keragaman dan antar kelompok- kelompok di Indonesia.
     Beberapa psikolog menyatakan bahwa budaya menunjukkan tingkat intelegensi masyarakat. Sebagai contoh, gerakan lemah gemulai merupakan ciri utama masyarakat Bali. Oleh karena kemampuannya untuk menguasai hal itu merupakan ciri dari tingkat intelligensinya. Sementara manipulasi dan rekayasa kata dan angka menjadi penting dalam masyarakat Barat. Oleh karenanya "keahlian" yang dimiliki seseorang itu menunjukkan kepada kemampuan intelligensinya.

     Paling tidak ada tiga kelompok sudut pandang yang biasa berkembang dalam menyikapi perbedaan identitas kaitannya dengan konflik yang sering muncul. Pertama, pandangan primordialis. Kelompok ini menganggap, perbedaan-perbedaan yang berasal dari genetika seperti suku, ras (dan juga agama) merupakan sumber utama lahirnya benturan-benturan kepentingan etnis maupun agama. Kedua, pandangan kaum instrumentalis. Menurut mereka, suku, agama dan identitas yang lain dianggap sebagai alat yang digunakan individu atau kelompok untuk mengejar tujuan yang lebih besar, baik dalam bentuk metril maupun non-materiil. Konsepsi ini lebih banyak digunakan oleh politisi dan para elit untuk mendapatkan dukungan dari kelompok identitas. Dengan meneriakkan "Islam" misalnya, diharapkan semua orang Islam merapatkan barisan untuk mem-back up kepentingan politiknya. Oleh karena itu, dalam pandangan kaum instrumentalis, selama setiap orang mau mengalah dari prefence yang dikehendaki elit, selama itu pula benturan antar kelompok identitas dapat dihindari bahkan tidak terjadi. Ketiga, kaum konstruktivis, yang beranggapan bahwa identitas kelompok tidak bersifat kaku, sebagaimana yang dibayangkan kaum primordialis. Etnisitas, bagi kelompok ini, dapat diolah hingga membentuk jaringan relasi pergaulan sosial. Karenanya, etnisitas merupakan sumber kekayaan hakiki yang dimiliki manusia untuk saling mengenal dan memperkaya budaya. Bagi mereka, persamaan adalah anugrah dan perbedaan adalah berkah.

sumber: http://re-searchengines.com/muhaemin6-04.html
  1. Keahlian yang dimiliki seseorang dalam suatu kebudayaan merupakan. . .
a.       Kelebihan yang dimiliki
b.      Sebuah prestasi
c.       Menunjukkan kemampuan intelligensinya
d.      Daya tarik kebudayaan
e.       Penyebab konflik

  1. Berikut ini yang tidak merupakan kesimpulan dari artikel diatas yaitu. . .
a.       Konflik panjang antar etnis melibatkan sentimen etnis, ras, golongan dan juga agama.
b.      Persamaan adalah anugrah dan perbedaan adalah berkah.
c.       Pemaknaan secara negatif atas keragaman telah melahirkan penderitaan panjang umat manusia.
d.      Etnisitas merupakan sumber kekayaan hakiki yang dimiliki manusia untuk saling mengenal dan memperkaya budaya
e.       Manusia ditakdirkan lahir berbeda-beda

  1. Terdapat  tiga kelompok sudut pandang yang biasa berkembang dalam menyikapi perbedaan identitas kaitannya dengan konflik yang sering muncul, yaitu. . .
a.       Sunda, Jawa, Batak
b.      pandangan primordialis, pandangan kaum instrumentalis, pandangan kaum konstruktiv
c.       pandangan kaum intelek, pandangan kaum komunis, pandangan kaum agamis
d.      primer, sekunder, tersier
e.       konsumtif, hedonis, materialis
  1. Kekerasan antar kelompok yang meledak secara sporadis di akhir tahun 1990-an di berbagai kawasan di Indonesia menunjukkan. . .
a.       Betapa rentannya rasa kebersamaan yang dibangun dalam Negara-Bangsa, kentalnya prasangka antara kelompok dan betapa rendahnya saling pengertian antar kelompok
b.      Pemaknaan secara negatif atas keragaman telah melahirkan penderitaan panjang umat manusia
c.       Etnisitas merupakan sumber kekayaan hakiki yang dimiliki manusia untuk saling mengenal dan memperkaya budaya
d.      Konflik panjang antar etnis melibatkan sentimen etnis, ras, golongan dan juga agama
e.       Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut
Artikel untuk nomor 37-40
   Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut.
     Dari sinilah muncul istilah multikulturalisme. Banyak definisi mengenai multikulturalisme, diantaranya multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia -yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan- yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahamni sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam “politics of recognition” (Azyumardi Azra, 2007). Lawrence Blum mengungkapkan bahwa multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, serta penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain. Berbagai pengertian mengenai multikulturalisme tersebut dapat ddisimpulkan bahwa inti dari multikulturalisme adalah mengenai penerimaan dan penghargaan terhadap suatu kebudayaan, baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan orang lain. Setiap orang ditekankan untuk saling menghargai dan menghormati setiap kebudayaan yang ada di masyarakat. Apapun bentuk suatu kebudayaan harus dapat diterima oleh setiap orang tanpa membeda-bedakan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain.
     Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.
     Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.
Multikultural dapat terjadi di Indonesia karena: 1. Letak geografis indonesia 2. perkawinan campur 3. Iklim
  1. Berdasarkan artikel diatas, yang tidak menyebabkan multikultural di Indonesia yaitu. . .
a.       Perkawinan campur
b.      Iklim
c.       Negara maritim
d.      Letak geografis Indnesia
e.       Terdiri dari banyak pulau
  1. Pernyataan berikut ini yang tidak terdapat dalam artikel yaitu. . .
a.       Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia
b.      Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas
c.       Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut
d.      Berbagai pengertian mengenai multikulturalisme tersebut dapat disimpulkan bahwa inti dari multikulturalisme adalah mengenai penerimaan dan penghargaan terhadap suatu kebudayaan, baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan orang lain.
e.       Masyarakat multikultural sangat rentan terhadap konflik karena perbedaan dalam banyak hal.
  1. Apa pendapat Lawrence Blum mengenai masyarakat multikultural?. . .
a.       multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, serta penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain
b.      multikulturalisme merupakan keberagaman budaya
c.       multikulturalisme merupakan kebudayaan dalam suatu masyarakat yang beranekaragam
d.      multikulturalisme merupakan keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain
e.       multikulturalisme merupakan kajian yang sangat menarik untuk dipelajari
  1. Bagaimana kesimpulan dari artikel tersebut?. . .
a.       Negara Indonesia merupakan negara multikultural
b.      Kita harus saling menghormati dan menghargai kebudayaan orang lain agar tidak terjadi konflik
c.       Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain
d.      Multikulturalisme dapat juga dipahamni sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam “politics of recognition” (Azyumardi Azra, 2007)
e.       Masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain
Artikel untuk nomor 41-46
     Konsep pendidikan multikultural di negara-negara yang menganut konsep demokratis seperti Amerika Serikat dan Kanada, bukan hal baru lagi. Mereka telah melaksanakannya khususnya dalam dalam upaya melenyapkan diskriminasi rasial antara orang kulit pulit dan kulit hitam, yang bertujuan memajukan dan memelihara integritas nasional. Pendidikan multikultural mengakui adanya keragaman etnik dan budaya masyarakat suatu bangsa, sebagaimana yang telah dikatakan oleh R. Stavenhagen:

     Di Amerika, sebagai contohnya muncul serangkaian konsep tentang pluralitas yang berbeda-beda, mulai dari melting pot sampai multikulturalisme. Sejak Columbus menemukan benua Amerika, berbagai macam bangsa telah menempati benua itu. Penduduk yang sudah berada di sana sebelum bangsa-bangsa Eropa membentuk koloni-koloni mereka di Amerika Utara, terdiri dari berbagai macam suku yang berbeda-beda bahasa dan budayanya. Tetapi di mata bangsa Anglo-Sakson yang menyebarkan koloni di abad ke-17, tanah di Negara baru itu ada kawasan tak bertuan dan bangsa-bangsa yang ditemui di benua baru itu tak lebih dari makhluk primitif yang merupakan bagian dari alam yang mesti ditaklukkan. Dari perspektif kaum Puritan yang menjadi acuan utama sebagian besar pendatang dari Inggris tersebut, berbagai suku bangsa yang dilabel secara generik dengan nama "Indian" adalah bangsa kafir pemuja dewa yang membahayakan kehidupan komunitas berbasis agama tersebut. Di sini terlihat bagaimana pandangan berperspektif tunggal yang datang dari budaya tertentu membutakan mata terhadap kenyataan keragaman yang ada.

     Amerika Serikat ketika ingin membentuk masyarakat baru-pasca kemerdekaannya (4 Juli 1776) baru disadari bahwa masyarakatnya terdiri dari berbagai ras dan asal negara yang berbeda. Oleh karena itu, dalam hal ini Amerika mencoba mencari terobosan baru yaitu dengan menempuh strategi menjadikan sekolah sebagai pusat sosialisasi dan pembudayaan nilai-nilai baru yang dicita-citakan. Melalui pendekatan inilah, dari Sd sampai Perguruan Tinggi, Amerika Serikat berhasil membentuk bangsanya yang dalam perkembangannya melampaui masyarakt induknya yaitu Eropa. Kaitannya dengan nilai-nilai kebudayaan yang perlu diwariskan dan dikembangkan melalui sistem pendidikan pada suatu masyarakat, maka Amerika Serikat memakai sistem demokrasi dalam pendidikan yang dipelopori oleh John Dewey. Intinya adalah toleransi tidak hanya diperuntukkan untuk kepentingan bersama akan tetapi juga menghargai kepercayaan dan berinteraksidengananggotamasyarakat.

     Multikulturalisme secara etimologis marak digunakan pada tahun 1950-an di Kanada. Menurut Longer Oxford Dictionary istilah "multiculturalism" merupakan deviasi dari kata "multicultural" Kamus ini menyitir kalimat dari surat kabar Kanada, Montreal Times yang menggambarkan masyarakat Montreal sebagai masyarakat "multicultural danmulti-lingual". Sedangkan wacana tentang pendidikan multikultural, secara sederhana pendidikan multikultural dapat didefenisikan sebagai "pendidikan untuk/tentang keragaman kebudayaan dalam meresponi perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan".

     Hal ini sejalan dengan pendapat Paulo Freire, pendidikan bukan merupakan "menara gading" yang berusaha menjauhi realitas sosial dan budaya. Pendidikan menurutnya, harus mampu menciptakan tatanan masyarakat yang terdidik dan berpendidikan, bukan sebuah masyarakat yang hanya mengagungkan prestise sosial sebagi akibat kekayaan dan kemakmuran yang dialaminya. Pendidikan multikultural (multicultural education) merupakan respon terhadap perkembangan keragaman populasi sekolah, sebagaimana tuntutan persamaan hak bagi setiap kelompok. Dalam dimensi lain, pendidikan multikultural merupakan pengembangan kurikulum dan aktivitas pendidikan untuk memasuki berbagai pandangan, sejarah, prestasi dan perhatian terhadap orang-orang non Eropa (Hilliard, 1991-1992). Sedangkan secara luas pendidikan multikultural itu mencakup seluruh siswa tanpa membedakan kelompok-kelompoknya seperti gender, etnic, ras, budaya, strata sosial dan agama.
  1. Amerika Serikat dan Kanada melaksanakan konsep Pendidikan multikultural. Apa tujuan dilakukannya hal tersebut?. . .
a.       Ingin mencoba kurikulum baru
b.      Memajukan dan memelihara integritas nasional
c.       Supaya banyak diekspos
d.      Menjaga kualitas pendidikan
e.       Ingin menjadi negara multikultural
  1. Dari pernyataan dibawah ini, mana yang merupakan pernyataan dari  R. Stavenhagen?. . .
a.     Pendidikan multikultural mengakui adanya keragaman etnik dan budaya masyarakat suatu bangsa,
b.    Pendidikan multikultural sangat cocok diterapkan di negara yang notabene multikultural
c.     Pendidikan multikultural merupakan sebuah konsep pendidikan mengenai upaya menghapus istilah diskriminasi
d.    Pendidikan multikultural bertujuan untuk memejukan integritas nasional
e.     Pendidikan multikultural sanagt membantu kaum minoritas
  1. Pernyataan berikut ini yang tidak terdapat dalam artikel yaitu. . .
a.       Konsep pendidikan multikultural di negara-negara yang menganut konsep demokratis seperti Amerika Serikat dan Kanada,
b.      toleransi tidak hanya diperuntukkan untuk kepentingan bersama akan tetapi juga menghargai kepercayaan dan berinteraksi dengan anggota masyarakat
c.       Pendidikan multikultural (multicultural education) merupakan respon terhadap perkembangan keragaman populasi sekolah
d.      Multikulturalisme secara etimologis marak digunakan pada tahun 1950-an di Kanada.
e.       Indonesia sudah mulai menerapkan pendidikan multikultural
  1. Apa kesimpulan yang paling tepat dari artikel diatas?. . .
a.     Pendidikan multikultural sangat perlu diterapkan di Indonesia
b.    pendidikan multikultural mencakup seluruh siswa tanpa membedakan kelompok-kelompoknya seperti gender, etnic, ras, budaya, strata sosial dan agama.
c.     Di Amerika, pendidikan multikultural sukses diterapkan
d.    Multikulturalisme secara etimologis marak digunakan pada tahun 1950-an di Kanada.
e.     Pendidikan multikultural sanagt membantu kaum minoritas
  1. Mengapa Amerika mencoba mencari terobosan baru yaitu dengan menempuh strategi menjadikan sekolah sebagai pusat sosialisasi dan pembudayaan nilai-nilai baru yang dicita-citakan?. . .
a.     Amerika Serikat ketika ingin membentuk masyarakat baru-pasca kemerdekaannya (4 Juli 1776) baru disadari bahwa masyarakatnya terdiri dari berbagai ras dan asal negara yang berbeda
b.    Di Amerika muncul serangkaian konsep tentang pluralitas yang berbeda-beda, mulai dari melting pot sampai multikulturalisme
c.     Sejak Columbus menemukan benua Amerika, berbagai macam bangsa telah menempati benua itu
d.    Amerika Serikat menganut negara demokratis
e.     Seperti halnya Indonesia, Amerika Serikat mempunyai keberagaman kebudayaan
  1. Siapa yang mempelopori Amerika Serikat memakai sistem demokrasi dalam pendidikan?. . .
a.     Columbus
b.    Paulo Freire
c.     John Dewey
d.    R. Stavenhagen
e.     William
Artikel untuk nomor 46-50
     Pada konteks ini dapat dikatakan, tujuan utama dari pendidikan multikultural adalah untuk menanamkan sikap simpati, respek, apresiasi, dan empati terhadap penganut agama dan budaya yang berbeda. Lebih jauh lagi, penganut agama dan budaya yang berbeda dapat belajar untuk melawan atau setidaknya tidak setuju dengan ketidak-toleranan (l’intorelable) seperti inkuisisi (pengadilan negara atas sah-tidaknya teologi atau ideologi), perang agama, diskriminasi, dan hegemoni budaya di tengah kultur monolitik dan uniformitas global.
     Dalam sejarahnya, pendidikan multikultural sebagai sebuah konsep atau pemikiran tidak muncul dalam ruangan kosong, namun ada interes politik, sosial, ekonomi dan intelektual yang mendorong kemunculannya. Wacana pendidikan multikultural pada awalnya sangat bias Amerika karena punya akar sejarah dengan gerakan hak asasi manusia (HAM) dari berbagai kelompok yang tertindas di negeri tersebut. Banyak lacakan sejarah atau asal-usul pendidikan multikultural yang merujuk pada gerakan sosial Orang Amerika keturunan Afrika dan kelompok kulit berwarna lain yang mengalami praktik diskrinunasi di lembaga-lembaga publik pada masa perjuangan hak asasi pada tahun 1960-an. Di antara lembaga yang secara khusus disorot karena bermusuhan dengan ide persamaan ras pada saat itu adalah lembaga pendidikan. Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, suara-suara yang menuntut lembaga-lembaga pendidikan agar konsisten dalam menerima dan menghargai perbedaan semakin kencang, yang dikumandangkan oleh para aktivis, para tokoh dan orang tua. Mereka menuntut adanya persamaan kesempatan di bidang pekerjaan dan pendidikan. Momentum inilah yang dianggap sebagai awal mula dari konseptualisasi pendidikan multikultural.
Sumber: http://www.artikelbagus.com/2011/11/implementasi-pendidikan-multikultural.html
  1. Menurut artikel diatas, yang merupakan tujuan utama dari pendidikan multikultural yaitu. . .
a.       untuk menanamkan sikap simpati, respek, apresiasi, dan empati terhadap penganut agama dan budaya yang berbeda
b.      untuk menanamkan kebencian terhadap orang yang bukan ras, agama ataupun etnisnya
c.       untuk melawan tindakan ketidak-toleran
d.      untuk melwan diskriminasi,
e.       untuk melawan hegemoni budaya di tengah kultur monolitik dan uniformitas global.

  1. 1. Banyak lacakan sejarah atau asal-usul pendidikan multikultural yang merujuk pada gerakan sosial Orang Amerika keturunan Afrika dan kelompok kulit berwarna lain yang mengalami praktik diskrinunasi di lembaga-lembaga publik pada masa perjuangan hak asasi pada tahun 1960-an.
2. Di antara lembaga yang secara khusus disorot karena bermusuhan dengan ide persamaan ras pada saat itu adalah lembaga pendidikan
3. Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, suara-suara yang menuntut lembaga-lembaga pendidikan agar konsisten dalam menerima dan menghargai perbedaan semakin kencang, yang dikumandangkan oleh para aktivis, para tokoh dan orang tua.
4. Wacana pendidikan multikultural pada awalnya sangat bias Amerika karena punya akar sejarah dengan gerakan hak asasi manusia (HAM) dari berbagai kelompok yang tertindas di negeri tersebut
5. Amerika Serikat ketika ingin membentuk masyarakat baru-pasca kemerdekaannya (4 Juli 1776) baru disadari bahwa masyarakatnya terdiri dari berbagai ras dan asal negara yang berbeda.
Dari pernyataan diatas, yang tidak termasuk dalam momentum awal mula konseptualisasi pendidikan karakter yaitu. . .
a.       1
b.      2
c.       3
d.      4
e.       5

     Secara generik, pendidikan multikultural memang sebuah konsep yang dibuat dengan tujuan untuk menciptakan persamaan peluang pendidikan bagi semua siswa yang berbeda-beda ras, etnis, kelas sosial dan kelompok budaya. Salah satu tujuan penting dari konsep pendidikan multikultural adalah untuk membantu semua siswa agar memperoleh pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang diperlukan dalam menjalankan peran-peran seefektif mungkin pada masyarakat demokrasi-pluralistik serta diperlukan untuk berinteraksi, negosiasi, dan komunikasi dengan warga dari kelompok beragam agar tercipta sebuah tatanan masyarakat bermoral yang berjalan untuk kebaikan bersama.
     Dalam implementasinya, paradigma pendidikan multikultural dituntut untuk berpegang pada prinsip-prinsip berikut ini: Pendidikan multikultural harus menawarkan beragam kurikulum yang merepresentasikan pandangan dan perspektif banyak orang. Pendidikan multikultural harus didasarkan pada asumsi bahwa tidak ada penafsiran tunggal terhadap kebenaran sejarah. Kurikulum dicapai sesuai dengan penekanan analisis komparatif dengan sudut pandang kebudayaan yang berbeda-beda. Pendidikan multikultural harus mendukung prinsip-prinisip pokok dalam memberantas pandangan klise tentang ras, budaya dan agama.
Pendidikan multikultural mencerminkan keseimbangan antara pemahaman persamaan dan perbedaan budaya mendorong individu untuk mempertahankan dan memperluas wawasan budaya dan kebudayaan mereka sendiri.
     Beberapa aspek yang menjadi kunci dalam melaksanakan pendidikan multikultural dalam struktur sekolah adalah tidak adanya kebijakan yang menghambat toleransi, termasuk tidak adanya penghinaan terhadap ras, etnis dan jenis kelamin. Juga, harus menumbuhkan kepekaan terhadap perbedaan budaya, di antaranya mencakup pakaian, musik dan makanan kesukaan. Selain itu, juga memberikan kebebasan bagi anak dalam merayakan hari-hari besar umat beragama serta memperkokoh sikap anak agar merasa butuh terlibat dalam pengambilan keputusan secara demokratis.
Sumber:http://www.artikelbagus.com/2011/11/implementasi-pendidikan-multikultural.html
  1. Berikut ini yang bukan merupakan prinsip-prinsip paradigm pendidikan multikultural yaitu?. . .
a.        Pendidikan multikultural harus menawarkan beragam kurikulum yang merepresentasikan pandangan dan perspektif banyak orang.
b.      Pendidikan multikultural harus didasarkan pada asumsi bahwa tidak ada penafsiran tunggal terhadap kebenaran sejarah.
c.       Kurikulum dicapai sesuai dengan penekanan analisis komparatif dengan sudut pandang kebudayaan yang berbeda-beda
d.      Pendidikan multikultural harus mendukung prinsip-prinisip pokok dalam memberantas pandangan klise tentang ras, budaya dan agama.
e.       Pendidikan multikultural harus bisa mengatasi konflik antar etnis
  1. Salah satu contoh yang merupakan bagian dari pelaksanaan pendidikan multikultural di sekolah yaitu. . .
a.       Guru memberikan kebebasan kepada muridnya untuk merayakan hari besar agamanya
b.      Guru memberikan kebebasan kepada muridnya untuk melakukan ibadah agama yang lain
c.       Guru membebaskan muridnya untuk berganti-ganti agama
d.      Guru mengelompokkan murid-muridnya berdasarkan etnisnya
e.       Guru membolehkan muridnya untuk saling mengejek





2 Responses to "soal sosiologi kelas XI IIS tentang kelompok sosial"

Contoh Penelitian Sederhana, Materi Sosiologi: Metode Penelitian Sosial (Problematika Proses Pembelajaran di Sekolah-Sekolah di Perkotaan)

Contoh Penelitian Sederhana, Materi Sosiologi: Metode Penelitian Sosial (Problematika Proses Pembelajaran di Sekolah-Sekolah di Perkotaa...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel