teks berjalan

Selamat Datang Di Blog Nico Fergiyono

Kamis, 28 Februari 2013



MENJADI MANUSIA YANG PANCASILAIS

Nama               : NICO FERGIYONO
NIM                : 12413244014
Jurusan            : Pendidikan Sosiologi                                                         

A.    Latar Belakang
Di era globalisasi dan modernisasi yang ada di Indonesia ini, membawa berbagai dampak bagi kehidupan di masyarakat yang ada di Indonesia. Baik yang bersifat positif maupun yang negatif. Tentunya dampak positif berakibat baik untuk kemajuan bangsa Indonesia, tetapi dampak negatifnya membuat bangsa ini semakin rapuh dan dikhawatirkan bisa hancur oleh berbagai dampak negatif yang ada. Sebagai contoh pada kehidupan masyarakat Indonesia sekarang ini banyak sekali terjadi konfliuk, kasus-kasus penganiyayaan, pemerkosaan, kejahatan kriminal, seks bebas, narkoba dan lain sebagainya.
Hal ini dikarenakan kurang kuatnya moral masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, penanaman nilai-nilai luhur yang dituangkan dalam dasar negara sangat diperlukan baik diberikan dalam bentuk sosialisasi ataupun dalam pembelajaran di sekolah. Karena semakin majunya zaman, semakin pudarnya rasa untuk memiliki dasar negara yang telah dibuat oleh para pendahulu untuk kepentingan kita semua. Bayangkan saja pada sekarang ini banyak orang yang tidak mengetahui tentang idiologi bangsa kita yaitu pancasila, banyak orang tahu tentang pancasila dan bisa menyebutkan dari sila pertama sampai dengan kelima, tetapi yterkadang ada masyarakat yang tidak hafal dengan sila-sila pada pancasila.
Pancasila merupakan idiologi bangsa kita, nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila sangatlah bagus, banyak negara-negara di dunia memuji akan dasar negara kita, tetapi kenapa bangsa kita sendiri tidak  bisa menerapkan nilai-nilai yang ada pada pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari.
Pancasila juga memiliki kedudukan dan fungsi yang  penting bagi bangsa Indonesia, antara lain sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang mengatur segala tingkah laku dan tindakan warga negara Indonesia, juga sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Pancasila yang digali dan dirumuskan para pendiri bangsa adalah sebuah rasionalitas kita sebagai bangsa yang majemuk, multi agama, multi bahasa, multi budaya, dan multi ras yang tergambar dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika agar menjadi bangsa yang bersatu, adil dan makmur.
Oleh karena itu kita perlu membahas tentang bagaimana menjadi manusia yang pancasilais, yang mampu menerapkan nilai-nilai yang ada pada pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari, agar moral bangsa Indonesia semakin tertata secara baik, dan tujuan-tujuan bangsa Indonesia dapat terwujud, serta menciptakan kedamaian dan kesejahteraan dalam kehidupan bermasyarakat.
B.     Menjadi Manusia yang Pancasilais
Seseorang yang pancasilais adalah orang yang memiliki pandangan hidup yang sesuai dengan Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung di dalam sila-sila Pancasila tersebut berasal dari budaya masyarakat bangsa Indonesia sendiri. Oleh karena itu, Pancasila sebagai inti dari nilai-nilai budaya Indonesia maka Pancasila dapat disebut sebagai cita-cita moral bangsa Indonesia. Cita-cita moral inilah yang kemudian memberikan pedoman, pegangan atau kekuatan rohaniah kepada bangsa Indonesia di dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Orang-orang yang memiliki pandangan hidup yang pancasilais dan bukan hanya menjadi pandangan hidup saja melainkan nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila dapat diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga menimbulkan kedamaian dan ketenagan dalam kehidupannya. Apabila setiap warga negara di Indonesia menjadikan pancasila sebagai pedoman dan diterapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, tentu bangsa Indonesia ini akan dapat mencapai tujuan-tujuan mulianya, bahkan akan tercapai kehidupan-kehidupan yang damai, aman, tentram sejahtera dll.

Contoh-contoh perilaku manusia yang pancasilais dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan sila-sila dalam pancasila.
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha  Esa, setiap warga masyarakat yang ada di Indonesia mengakui Tuhan sebagai kepercayaan mereka, tanpa membedakan agama yang dianutnya. Karena di Indonesia ada 6 agama yang diakui, yaitu, Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Contoh sifat-sifat yang sesuai dengan sila pertama adalah:

a.       Memiliki agama (mengakui satu Tuhan sebagai tuhannya.)
b.      Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Misalnya: ketika ada teman yang beragama islam sedang sholat maka saya sebagai orang Kristen menghargainya dengan tidak mengganggunya, atau ketika teman kita ada yang merayakan nyepi maka kita menghormatinya dengan mengucapkan selamat hari raya nyepi baginya.
c.       Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaanterhadap Tuhan Yang Maha Esa.
d.      Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
e.       Memberikan toleransi penuh terhadap semua agama. artinya menghargai setiap perbedaan yang ada, tidak terlalu fanatik terhadap agama lain.

2.       Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Di negara kita harusnya setiap orang harus menjunjung tinggi keadilan, tetapi sekarang ini sepertiinya keadilan sangat sulit untuk ditegakkan. Harusnya setiap warga negara di Indonesia harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut, agar dapat terciptanya suatu keadilan.
a.       Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Tidak takut membela kebenaran meskipun harus berhadapan dengan penguasa, atau orang yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi.
c.       Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia,tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin,kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
d.      Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
e.       Mengembangkan sikap saling tenggang rasa.
f.       Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
g.      Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
h.      Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan

3.      Persatuan Indonesia
Persatuan sangatlah dibutuhkan di Indonesia, karena dengan adanya persatuan negara kita akan menjadi sebuah negara  yang maju, yang aman damai dan tentram dengan segala perbedaan yang dipersatukan yang menjadi multikulturalisme, yang dapat memperkaya budaya-budaya yang ada di Indonesia. Tetapi akhir-akhir ini sering terjadi konflik baik karena ras, agama, suku atau yang lain sebagainya, hal itu harusnya dapat dihindari jika masyarakat menerapkan nilai di dalam sila ketiga ini dalam kehidupannya sehari-hari. Antara lain:
a.      Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dangolongan.
b.      Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
c.       Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabiladiperlukan.
d.      Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
e.      Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
f.        Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
g.      Mampu bertoleransi demi persatuan dan kesatuan negara Indonesia.

4.      Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan.
Setiap pengambilan keputusan dan kebijakan di Indonesia hendaknya berdasarkan musyawarah ataupun mufakat demi memndapatkan suatu hasil yang terbaik. Contohnya:
a.       Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama untuk berpendapat.
b.      Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
c.       Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
d.      Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
e.       Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
f.       Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
g.      Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
h.      Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
i.        Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

5.      Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Menciptakan suatu keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia merupakan tujuan dari bangsa Indonesia, oleh karena itu keadilan harus ditanamkan dalam diri setiap individu dalam masyarakat. contohnya:
a.                      Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
b.                      Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
c.                      Melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan keadilan sosial dalam seluruh lapisan masyarakat.
d.                     Menghormati hak dan orang lain.
e.                      Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
f.                       Tidak menggunakan hak milik yang bertentangan atau merugikan kepentingan umum.
g.                      Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.